Alun-Alun Subang Dipilih Menjadi Tempat Kegiatan Tingkat Nasional

0
274

Lingkarselatan.com, SUBANG- Apel Siaga Tim Pendamping Keluarga Nusantara Bergerak tingkat Nasional dalam rangka penurunan Stunting, digelar di Alun alun Subang. Kamis, (12/5/ 2022)

Acara apel tersebut diawali dengan atraksi kesenian khas Subang gotong sisingaan saat menyambut para tamu VVIP, yakni Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko, Kapala BKKBN RI, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Ketua TP PKK Jawa Barat Atalia Praratya Kamil, dan Deputi 3 Kemenko PMK RI.

Turut hadir, Bupati Subang H. Ruhimat didampingi Ketua TP PKK Hj. Yoyoh Sopiah Ruhimat dan Wakil Bupati Subang Agus Masykur didampingi Wakil Ketua TP PKK Ega Agustine Rosyadi.

Dalam laporanya, Deputi Bidang Adpin BKKBN, Sukaryo Teguh Santoso, msnyampikan bahwa saat ini telah 200.000 lebih tim pendamping keluarga yang siap untuk mengatasi stunting di setiap wilayah di Indonesia.

“Dan apel ini merupakan momentum ikhtiar dalam menanggulangi stunting agar dapat terlaksana dengan baik,” ujar Sukaryo dalam keterangan resminya.

Kang Emil, sapaan akrab Gubernur Jawa Barat, sangat mengpresiai TNI Polri yang turut ikut membantu vaksinasi juga penekanan angka stunting. Namun sejalan dengan itu, menurut Emil hal itu menandakan masih terbatasnya fasilitas kesehatan di desa-desa di Indonesia.

Karena itu, Emil berharap, Indonesia bisa mencontoh Thailand untuk ketersediaan jumlah faskes yang memadai untuk para penduduknya.

“Perlu saya sampaikan efek dari stunting yaitu menghambat tumbuh kembang fisik dan otak, sehingga dampakanya menyulitkan untuk menyerap ilmu dan mencari pekerjaan dan akan berdampak pada perekonomian negara,” ujarnya.

Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal TNI (Purn) DR. Moeldoko, dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Jawa Barat, dan kepada Kang Jimat yang gigih memperjuangkan reforma agraria, tanah untuk rakyatnya.

Dia menagtakan target penekanan angka prevalensi stunting presiden pada 2024 yakni di bawah 14% harus tercapai, maka dari itu dirinya menyatakan pentingnya persiapan para ‘aktor’ yang berperan pada pengentasan stunting, di antaranya, Bidan, Penggerak PKK, dan kader KB.

Moeldoko juga mengapresiasi capaian penekanan angka stunting di Jawa Barat yang dapat menjadi percontohan untuk Provinsi, Kota dan Kabupaten lainnya.

Semantara itu,Bupati Subang H.Ruhimat menyampikan bahwa Kabupaten Subang memiliki tiga tipologi wilayah yaitu pegunungan, dataran dan lautan, dengan jumlah penduduk sebanyak 1.594.903.

“Berdasarkan data nasional, Kabupaten Subang data stunting nya 12%, namun pada data sebenarnya sebesar hanya 2%.Dan kami pun sangat mendukung program dan kegiatan percepatan penurunan stunting, khususnya yang melibatkan tim pendamping keluarga,” kata Kang Jimat sapaan akrabnya.

Aacara dilanjutkan dengan Kick off verifikasi dan validasi data keluarga beresiko stunting yang ditandai dengan penekanan tombol, dan penyerahan data, di mana data tersebut menjadi sasaran bagi tim pendamping keluarga nusantara untuk menurunkan angka stunting. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.