Selama Kepemimpinan Jimat-Akur, 8 Pasar Tradisional di Subang Direvitalisasi

0
94

Lingkarseletan.com, SUBANG- Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang, H.Yayat melalui Fungsional analis perdagangan ahli muda bidang DKUPP, Hedi Darmaji mengungkapkan bahwa ada delapan pasar tradisional yang telah sukses direvitalisasi.

Adapun anggaranya diantaranya bersumber dari tugas pembantuan Kementrian Perdagangan untuk revitalisasi pasar Sagalaherang Rp.6 Miliar tahun 2018 dan pasar Cisalak anggaran Rp.4 Miliar Tahun 2022.

Selanjutnya anggaran dari Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Barat yaitu Pasar Pusakanagara dengan anggaran Rp.11,5 Miliar Tahun 2020.

Pasar Purwadadi pada tahun 2018 direvitalisasi dengan anggaran Rp.35 Miliar oleh PT.Bangun Bina Persada dan kontribusi  kepada Pemerintah selama 20 tahun adalah Rp.15 miliar.

Kemudian, Pasar impres Pagaden pada tahun 2022 dengan anggaran Rp.76 Miliar oleh PT.KSO Sapta Surya Mega kontribusi kepada Pemerintah selama 30 tahun sebesar Rp.36 Miliar.

Pasar Ciasem dengan sistem sewa tanah yang dibangun oleh pemerintah dan BP3 (Badan Perwakilan Pedagang Pasar) dan yang terakhir adalah pasar pujasera yang dibangun oleh Koperasi Makan minum pujasera.

“Kalu kita runtut ke belekang, bisa kita sampaikan bahwa di era kepemimpinan Bupati H.Ruhimat- H.Agus Masykur selama lima tahun, sedikitnya keduanya telah sukses merevitalisasi delapan pasar tradisional, ” ungkap Hedi

Rencananya pada tahun 2024, DKUPP Subang pun menergetkan merevitalisasi pasar Pabuaran, yang pembangunanya akan dilakukan secara bertahap.

“Target kami disesuaikan dengan anggaran biasanya satu tahun satu kali revitalisasi . Namun, Alhamdulillah selama lima tahun ini  sudah ada delapan pasar yang berhasil direvitalisasi. Jadi sudah melebihi terget,” ujarnya

Ia pun mengungkapkan, DKUPP pun bekerja sama dengan beberapa OPD seperti kebersihan dengan Dinas Lingkungan Hidup, parkiran dengan Dinas Perhubungan dan Badan perwakilan pedagang pasar (BP3) yang dibentuk oleh pedagang itu sendiri.

Jadi keamanan dan kenyamanaan setiap pasar dipastikan terlebih dahulu melalui koordinasi dan sinergitas DKUPP dengan pihak-pihak tersebut. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.