Stunting di Subang Turun 15,7 Persen, Kang Jimat Sebut Berkat Kerja Keras TP PKK Desa dan Kader Kesehatan

0
80

Lingkarselatan.com, SUBANG-Bupati H. Ruhimat berharap momen Hari Keluarga Nasional (HKN) 2023 bisa lebih memberikan perhatian pada peran dan fungsi anggota keluarga.

Dalam hal itu, baik peran ayah, ibu, juga anak dalam membanguan suasana komunikasi dan interaksi harmonis. Sehingga pada akhirnya akan terwujud ketahanan keluarga yang lebih baik.

Hal itu disampaikan Kang Jimat sapaan akarab H. Ruhimat diacara peringatan Hari Keluarga Nasional ke-30 tingkat Kabupaten Subang di Smarthill, Ciater, Subang Rabu, (12/7/ 2023)

Kegiatan bertajuk “Menuju Keluarga Bebas Stunting untuk Indonesia Maju” ini selaian dihadiri Bupati Subang H. Rihimat didampingi istri yang juga selaku Ketua TP PKK Kabupaten Subang Hj. Yoyoh Sopiah Ruhimat hadir pula Ketua Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Fazar Supriadi Sentosa.

Terkait stunting, Kang Jimat juga menyampaikan bahwa Prevalensi stunting di Kabupaten Subang mengalami penurunan di angka 15,7%, dan Kabupaten Subang menjadi Kabupaten yang paling berkomitmen dalam penurunan stunting.

“Pada tahun 2022, kita menjadi kabupaten yang paling berkomitmen dalam penurunan stunting. Untuk itu mari kita tingkatkan kembali sinergitas kita. Kita percepat penurunan stunting untuk lebih optimal dan tepat sasaran, dan makin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Subang,” ajak Kang Jimat.

“Saya ucapkan terima kasih untuk seluruh petugas lapangan dan Pos KB Desa, kader kesehatan yang telah bertugas, termasuk jajaran Forkopimda melalui program Bapak Asuh Anak Stunting atau BASS yang telah berperan aktif dalam menurunkan angka stunting di kabupaten Subang, “pungkasnya.

Semenatara itu, Ketua Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Fazar Supriadi Sentosa, menyampaikan bahwa BKKBN memiliki tugas yaitu menjaga penduduk tumbuh seimbang dan mewujudkan keluarga berkualitas di bidang kependudukan Indonesia.

Fazar juga menyatakan bahwa kualitas penduduk dan kualitas keluarga mengemban peran penting dalam memanfaatkan bonus demografi yang harus ditransformasikan menjadi bonus kesejahteraan.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa celah bonus demografi akan berakhir pada tahun 2035, sehingga kesempatan ini harus bisa dimanfaatkan oleh percepatan peningkatan kualitas SDM yang salah satu faktor penentunya adalah percepatan penurunan stunting, tak terkeculai di kabupaten Subang, ” ujar dia dalam sambutannya.

Diakhir acara, secara simbolis Bupati menyerahankab bantuan berupa susu dan telur kepada 10 orang penerima sebagai simbol upaya pengentasan stunting dan juga diserahkan secara simbolis Akta lahir bagi 3 anak (adv).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.