Di Acara “Ngadu Bangkong”, Aparat dan Pemerintah Ajak Warga Kasomalang Wujudkan Ramadan Wajib Tertib
Lingkarselatan.com, SUBANG- Jaminan situasi keamanan saat melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan 1444 Hijriah menjadi perhatian bersama. Upaya tersebut diwujudkan melalui program live talkshow bertajuk “Ngadu Bangkong” (Ngawadul Bari Nongkrong) yang digelar di Gedong Sinder Creative Center, Desa Kasomalang Kulon, Sabtu malam (28/02/2026) di lansir dari Pasundan Ekspres
Mengusung tema Ramadan Wajib Tertib (RAWATIB), kegiatan yang dimulai pukul 21.00 WIB ini menghadirkan dialog santai namun sarat makna antara aparat penegak hukum, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa.
Konsep bincang santai dipilih agar pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dapat diterima dengan lebih mudah oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda.
Hadir sebagai narasumber utama, Kapolsek Jalancagak Kompol Dede Suherman, bersama Camat Kasomalang Muhammad Afdian Mukhtar, serta Kepala Desa Kasomalang Kulon H. Amirudin. Acara dipandu oleh Deni Oddo dan Gonjlag yang menghidupkan suasana dialog menjadi cair dan interaktif.
Dalam paparannya, Kompol Dede Suherman menekankan ibadah Ramadan akan terasa lebih bermakna apabila didukung oleh situasi yang aman dan kondusif. Menurutnya, nilai spiritual tidak bisa dipisahkan dari kepatuhan terhadap aturan serta ketertiban sosial.
“Keimanan itu harus disertai dengan rasa aman. Kami mengajak masyarakat untuk taat aturan, mulai dari hal sederhana seperti memakai helm saat berkendara hingga menjaga ketertiban umum,” ujarnya.
Dede menegaskan, kepolisian siap siaga menjaga keamanan selama bulan suci Ramadan agar umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan nyaman. Namun demikian, tanggung jawab menjaga ketertiban bukan hanya berada di pundak aparat.
“Menjaga keamanan itu kolaborasi antara Kepolisian, Pemerintah, pemuda, dan seluruh masyarakat Kasomalang,” tegasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Camat Kasomalang Muhammad Afdian Mukhtar memaparkan substansi Surat Edaran Bupati Subang Nomor: 400.38/06/Satpoldam/2026 tentang pemeliharaan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat selama bulan suci Ramadan.
Surat edaran itu menjadi landasan hukum sekaligus panduan bagi warga agar tetap menjaga toleransi, menghindari aktivitas yang berpotensi mengganggu ketenangan ibadah, serta memperkuat solidaritas sosial.
Menurut Afdian, pemerintah kecamatan siap mengawal implementasi aturan tersebut hingga ke tingkat desa. Afdian berharap seluruh elemen masyarakat dapat memahami bahwa ketertiban selama Ramadan bukan sekadar kewajiban formal, melainkan bentuk tanggung jawab moral bersama.
Di sisi lain, Kepala Desa Kasomalang Kulon H. Amirudin menyatakan dukungan penuh terhadap sinergi program yang diinisiasi jajaran kepolisian dan pemerintah daerah. Ia memastikan penguatan koordinasi di tingkat desa akan dimaksimalkan demi menyukseskan gerakan RAWATIB.
“Kami di desa siap memperkuat pengawasan lingkungan, mengaktifkan kembali ronda malam, dan mengajak tokoh masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana tetap kondusif,” ujarnya.
Acara ini juga mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Subang Ahmad Buhori yang sekaligus menjadi tuan rumah kegiatan. Menurutnya, konsep “Ngadu Bangkong” yang digelar di pusat kreatif Gedong Sinder merupakan pendekatan yang efektif untuk menjangkau lapisan masyarakat secara lebih luas, terutama kalangan muda yang kerap menjadi sasaran edukasi kamtibmas.
“Dengan suasana yang cair, pesan-pesan kamtibmas dapat tersampaikan tanpa kesan kaku,” ungkap Buhori.
Dia menilai, pendekatan dialogis seperti ini penting untuk membangun kesadaran kolektif bahwa keamanan dan ketertiban selama Ramadan merupakan kebutuhan bersama. Melalui forum interaktif, masyarakat tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga dapat menyampaikan aspirasi dan pertanyaan secara langsung kepada narasumber.(hdr)
Sumber : Pasundan Ekspres

