Lingkarselatan.com, SUBANG-Gerakan Infaq Goes to School, didorong bukan sekadar untuk menghimpun infak, tetapi menjadi bagian dari upaya menanamkan pendidikan karakter dan budaya berbagi sejak dini kepada peserta didik.
Program tersebut diarahkan sebagai sarana pendidikan karakter agar peserta didik terbiasa memiliki jiwa sosial, peduli terhadap lingkungan dan sesama, serta tumbuh menjadi generasi yang memiliki kebiasaan berbagi.
Hal itu disampaikan Ketua BAZNAS Kabupaten Subang Dr. H. A. Sukandar dalam kegiatan sosialisasi program gerakan Infaq Goes to School di SDN Angkasa 2 Kalijati, yang melibatkan ratusan sekolah dasar dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kalijati, Cipeundeuy dan Purwadadi.
Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Ketua I, Kabag dan Kepala Staf BAZNAS, Pengawas SD Dinas Pendidikan, Ketua K3S, para kepala sekolah serta Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) SD.
Hal itu disampaikan Ketua BAZNAS Kabupaten Subang Dr. H. A. Sukandar dalam kegiatan sosialisasi program gerakan Infaq Goes to School di SDN Angkasa 2 Kalijati, yang melibatkan ratusan sekolah dasar dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kalijati, Cipeundeuy dan Purwadadi.
Menurut Sukandar perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan anak perlu diimbangi dengan pendidikan sosial. Anak-anak tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu dibentuk menjadi pribadi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Karena itu, gerakan infak di sekolah diharapkan menjadi ruang pembelajaran sederhana bagi peserta didik untuk mengenal nilai berbagi dan gotong royong sejak bangku sekolah dasar.
“Melalui Infaq Goes to School, kita ingin memberikan pelajaran dan membangun kebiasaan kepada anak-anak untuk memiliki jiwa sosial dan jiwa dermawan. Jangan sampai anak-anak kita hanya sibuk dengan HP, tetapi kurang bersosialisasi dan kurang peduli terhadap lingkungan sekitarnya,” ujarnya
Menurut BAZNAS, perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan anak perlu diimbangi dengan pendidikan sosial. Anak-anak tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu dibentuk menjadi pribadi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Karena itu, gerakan infak di sekolah diharapkan menjadi ruang pembelajaran sederhana bagi peserta didik untuk mengenal nilai berbagi dan gotong royong sejak bangku sekolah dasar.
Konsep Infaq Goes to School yang dikembangkan BAZNAS Subang juga diarahkan untuk membangun kekuatan bersama antar sekolah.
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar gerakan infak di lingkungan sekolah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan yang tumbuh dan melekat dalam kehidupan peserta didik.
“Adapun, hasil infak tersebut nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebutuhan pendidikan. Mulai dari membantu perbaikan bangunan sekolah yang mengalami kerusakan, perbaikan fasilitas MCK, penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran,” terang Sukandar.
Baznas Subang juga berkomitmen untuk terus mendorong gerakan tersebut sebagai bagian dari upaya melayani umat dan menyejahterakan mustahik, sekaligus membangun budaya kepedulian sejak lingkungan sekolah. (Red)

