Jaka Nuralam, Sosok Muda Bakal Calon Kepala Desa Sarireja, Usung Tata Kelola Terbuka dan Pembangunan Berkelanjutan

Lingkarselatan com, SARIREJA SUBANG -Jaka Nuralam, kelahiran 9 April 1994, menjadi salah satu sosok muda yang menyatakan kesiapan untuk maju sebagai bakal calon Kepala Desa Sarireja.

Pengalamannya dalam kegiatan kemasyarakatan, termasuk pernah dipercaya sebagai Ketua Karang Taruna Desa Sarireja, menjadi modal untuk Jaka membawa gagasan baru dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan desa.

Di usianya yang relatif muda, Jaka menilai keterbukaan harus menjadi salah satu fondasi utama dalam menjalankan pemerintahan desa.

Menurutnya, transparansi tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan keuangan desa, tetapi menyangkut proses penyusunan dan penerapan kebijakan.

Selaian itu, kata Jaka, sosialisasi kepada masyarakat, pelibatan tokoh-tokoh penting, serta penyampaian kebijakan dengan bahasa yang mudah dipahami warga dinilai penting agar masyarakat tidak sekadar menjadi penerima kebijakan, tetapi turut memahami dan mengawasi jalannya pemerintahan.

Jaka juga menekankan bahwa setiap kebijakan desa harus menempatkan kepentingan umum sebagai prioritas. Ia berpandangan, sikap mementingkan kepentingan pribadi atau kelompok justru dapat menjadi kelemahan dalam pembangunan karena menghilangkan orientasi untuk maju bersama.

“Pemerintahan desa harus hadir untuk kepentingan masyarakat secara luas. Jangan sampai kepentingan pribadi mengalahkan kepentingan umum, karena pembangunan desa hanya akan berhasil jika masyarakat menjadi bagian utama di dalamnya,” ujar Jaka.

Menurut Jaka, pemerintah desa ke depan harus mampu bergerak secara dinamis dan inovatif mengikuti perkembangan zaman. Pemerintahan yang dinamis, membutuhkan mental pembelajar, pola pikir kreatif, serta keberanian mencari terobosan baru.

Dengan pendekatan tersebut, Desa Sarireja diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga mempertahankan ketahanan sosial, ekonomi, dan ekologi secara berkelanjutan.

Ia ingin Desa Sarireja ke depan dikenal sebagai desa yang mampu mengenali sekaligus mengelola potensi sumber daya sosial, ekonomi, dan ekologinya secara optimal. Pengelolaan potensi tersebut diharapkan dapat menjadi kekuatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperbaiki kualitas hidup warga, sekaligus menjadi bagian dari upaya menanggulangi kemiskinan. (Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *