Lingkarselatan.com SUBANG- Kementerian Koperasi Republik Indonesia (Kemenkop) menargetkan Kabupaten Subang menjadi daerah penghasil jagung di Indonesia melalui penguatan sektor pertanian berbasis desa melalui koperasi. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat posisi petani, memperluas akses pemasaran, sekaligus menjadikan koperasi sebagai penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan.
Target tersebut disampaikan Asisten Deputi Akselerasi Jaringan Usaha, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Cecep Setiawan, dalam kegiatan Fasilitasi Penguatan Jaringan Usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Komoditas Jagung di Kabupaten Subang, di Aula Dayang Sumbi, Sariater, Kamis (15/10)
Cecep mengatakan, pengembangan jaringan usaha antar koperasi menjadi langkah strategis mengoptimalkan potensi komoditas unggulan daerah.
Tanam jagung merupakan bagian dari implementasi program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Salah satu misi dalam Asta Cita adalah mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan,” ujar Cecep.
Menurutnya, Sumbang memiliki sumber daya alam dan potensi pengembangan jagung yang dapat menjadi fondasi tumbuhnya industri berbasis koperasi.
“Melalui pola kemitraan antarkoperasi atau sistering, diharapkan terbentuk jaringan usaha yang kuat. Koperasi dapat berperan sebagai pelindung petani, sekaligus menjadi penghubung pemasaran dan penyuplai komoditas bagi jaringan usaha koperasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, koperasi tidak cukup hanya menjadi wadah bagi anggotanya. Lebih dari itu, koperasi harus mampu memperkuat posisi tawar petani, membuka akses pasar, serta mengembangkan potensi ekonomi desa melalui usaha jagung secara berkelanjutan.
Dalam skema tersebut, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) didorong berperan sebagai offtaker atau penyerap hasil panen sekaligus penjamin pasar bagi petani.
Melalui peran tersebut, koperasi diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga ketika harga pasar melemah, menyediakan benih dan pupuk dengan harga terjangkau, serta mendukung pembiayaan, penyimpanan, hingga distribusi hasil panen melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang, Yeni Nuraeni, mengatakan Pemkab Subang berkomitmen memperkuat kembali posisi Subang sebagai sentra produksi jagung untuk nendukung pelaksanaan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, termasuk melalui pengembangan komoditas jagung.
“Kami siap secara profesional untuk menyukseskan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ke depan, kami berharap jagung bisa menjadi salah satu komoditas unggulan yang mendukung pelaksanaan program tersebut,” kata Yeni.
Yeni menilai peluang pasar untuk komoditas jagung cukup terbuka. Karena itu, langkah yang perlu disiapkan adalah memastikan ketersediaan komoditas, memperkuat jaringan usaha, serta meningkatkan kemampuan koperasi dalam memenuhi kebutuhan pasar.
“Kami juga melihat peluang pasar yang cukup besar. Bahkan, potensi pasar sebenarnya sudah ada di depan mata, sehingga yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan komoditas, memperkuat jaringan usaha, serta memastikan koperasi mampu memenuhi kebutuhan pasar,” katanya.
Menurut Yeni, pengembangan jaringan usaha yang terintegrasi dapat membuka peluang pemasaran yang lebih luas sekaligus mendorong koperasi menjadi bagian penting dalam rantai pasok komoditas pertanian.
“Harapannya, produksi jagung di Kabupaten Bengkayang bukan hanya nomor satu di Kalbar, tetapi juga nomor satu di Indonesia,” katanya.
Berdasarkan data tahun 2024, luas panen jagung di Kabupaten Subang tercatat mencapai 206 hektare, dengan produktivitas rata-rata 5,63 ton per hektare.Potensi tersebut dinilai perlu didukung penguatan kelembagaan koperasi, kesiapan produksi, serta kepastian pasar agar komoditas jagung dapat berkembang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat.
Pimpinan Kantor Cabang Bulog Subang, Laswenri, menyampikan dukungannya terhadap pengembangan komoditas jagung melalui KDKMP. Ia menilai, kerja sama antara koperasi, pemerintah, Bulog, serta pelaku usaha diperlukan untuk memastikan komoditas yang dihasilkan petani terserap pasar secara berkelanjutan.
“Kami siap secara profesional untuk menyukseskan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ke depan, kami berharap jagung dapat menjadi salah satu komoditas unggulan yang mendukung pelaksanaan program tersebut,” ujar Laswenri. (Red/*)

