Lingkarselatan.com, SUBANG-Wakil Bupati Subang Agus Masykur berharap program Kampung Siaga Bencana dapat mendorong masyarakat untuk lebih memiliki pengetahuan, kemampuan, serta kesiapan dalam menghadapi potensi bencana di lingkungannya.
“Program ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih tangguh,” ujar Wabup saat memimpin Apel Pengukuhan dan Simulasi Uji S.O.P Kampung Siaga Bencana (KSB) bagi Desa Mulyasari Kecamatan Pamanukan dan Legonkulon, Kamis (12/3/2026).
Wilayah kabupaten Subang memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi di wilayah Jawa Barat.
“Subang ini merupakan daerah dengan risiko bencana nomor dua di Jawa Barat. Di wilayah utara sering terjadi banjir, sementara di wilayah selatan kerap terjadi longsor. Oleh karena itu, ke depan diharapkan program Kampung Siaga Bencana tidak hanya dikembangkan di wilayah utara, tetapi juga di wilayah selatan,” jelasnya.
Kegitan yang dilaksanakan di halaman Kantor Kecamatan Legonkulon tersebut ditandai dengan diserahkan bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia dalam rangka Program Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana di wilayah itu senilai Rp339.192.600.
Bantuan tersebut berupa fasilitas pembentukan Kampung Siaga Bencana, bantuan logistik untuk lumbung sosial, serta program Tagana Masuk Sekolah di 19 sekolah yang berada di Kecamatan Legonkulon dan Desa Mulyasari Kecamatan Pamanukan.
Program Kampung Siaga Bencana merupakan program dari Kementerian Sosial Republik Indonesia tahun 2026 yang menjadi salah satu wujud komitmen pemerintah pusat bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Plt. Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Kementerian Sosial RI yang diwakili Ketua Pokja Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana, Taufik Saeful Rahman, M.Sos., menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.
“Dalam setiap bencana, yang pertama hadir adalah masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, membangun kesiapsiagaan masyarakat merupakan investasi sosial yang sangat penting,” ujarnya.
Taufik juga menjelaskan bahwa pembentukan Kampung Siaga Bencana di Kabupaten Subang dilakukan berdasarkan peta risiko bencana yang telah disusun sebelumnya, sehingga penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih efektif dan terarah. (Re/*)

