Program Ketahanan Pangan Desa Sagalaherang Kidul Serap Puluhan Pekerja, Ini Penjelasan Kades Endang

Lingkarselatan.com, SUBANG– Di bawah pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), lahan pertanian seluas 20 ribu meter kini menjadi sentra tanaman sayur yang tengah memasuki masa panen dan bisa menyerap 20 orang tenaga kerja

Adalah potret kegiatan Program Ketahanan Pangan di Desa Sagalaherang Kidul, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang.

Kepala Desa Sagalaherang Kidul, Endang Setiawan, menjelaskan program ini merupakan implementasi arahan dari Kementerian Desa yang mewajibkan alokasi 20 persen Dana Desa (DD) diperuntukkan bagi ketahanan pangan. Aturan tersebut sekaligus mendorong desa untuk mengolah anggaran melalui BUMDes agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Desa memang diwajibkan menganggarkan minimal 20 persen untuk ketahanan pangan. BUMDes kemudian mengajukan proposal, dan alhamdulillah Desa Sagalaherang Kidul langsung mengalokasikannya sesuai aturan, ” ujar Endang saat ditemui  di lokasi , Sabtu (19/11/2025)

Setiap desa memiliki fokus ketahanan pangan berbeda, ada yang memilih peternakan ayam petelur, ada yang ke perikanan. Namun Sagalaherang Kidul memilih pertanian sayur, sesuai kondisi alam dan kultur masyarakatnya.

“Ada tiga jenis komoditas yang di tanam di lahan ini, yakni timun, tomat, dan yang terbaru adalah cabe keriting, ” kata Endang

Menurut Endang, program ketahanan pangan ini bukan hanya soal menanam sayuran, melainkan juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar yang selama ini membutuhkan tambahan penghasilan.

Endang menyebut, di tahap awal proyek ini melibatkan sekitar 20 warga. Seiring berjalannya waktu hingga mendekati masa panen, jumlah tenaga kerja yang aktif berada di kisaran 7-8 orang setiap hari.

“Alhamdulillah, melalui program ini ada pemberdayaan masyarakat. Minimal bagi warga terdekat di sini. Kita berusaha menciptakan lapangan kerja dari program ketahanan pangan ini, “ujarnya.

Selain upah harian (HOK), warga juga berpeluang mendapatkan tambahan pendapatan ketika panen melimpah.

“Kita berharap hasil panen produktif dan harganya bagus. Supaya rezeki masyarakat juga meningkat,” tambah Endang.

Program ketahanan pangan Desa Sagalaherang Kidul diharapkan menjadi model pengelolaan dana desa yang efektif dan menyentuh langsung masyarakat. Selain meningkatkan kemandirian pangan, keberadaan lahan pertanian ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal.

BUMDes kini menjadi motor penggerak yang tidak hanya berfungsi sebagai badan usaha, tetapi juga wadah pemberdayaan warga desa.

Ia juga menegaskan pemerintah desa akan terus melakukan evaluasi, pendampingan, dan penguatan kapasitas agar program ini dapat berkelanjutan.

“Ini bukan hanya untuk jangka pendek, tetapi program jangka panjang yang insyaallah bermanfaat bagi masyarakat Sagalaherang Kidul,” tutupnya.(Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *