Lingkarselatan.com, SUBANG-Peran generasi muda dalam menjaga lingkungan kian nyata dan tidak lagi sebatas wacana.Banyak anak muda kini mulai menyadari pentingnya gaya hidup ramah lingkungan.
Salah satunya anak muda Subang, bernama Azid Johar Tauhid yang berhasil menciptakan inovasi alat optimasi untuk mesin pembakar sampah atau insinerator.
Azid menciptakan alat tersebut di kampung halamannya, yakni di Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe.
Menurut Azid, alat pembakar sampah dengan brand OSAMU INCINERATOR ini memiliki konsep kerja yang sederhana namun efektif dan ramah lingkungan karena menggunakan sistem filtrasi udara yang befungsi dapat mengurangi emisi berbahaya yang dihasilkan dari proses pembakaran sampah.
“Filter ini mampu menangkap zat berbahaya seperti dioksin, hidrogen sulfida, hidrogen klorida dan amoniak, ” ujar Azid kepada wartawan.
Azid menambahkan, selain memberikan manfaat lingkungan, inovasi ini juga menjawab persoalan sosial dalam pengelolaan sampah. Ia juga berharap dengan insinerator hasil karyanya itu masyarakat dapat mengelola sampah secara mandiri dengan dampak pencemaran yang lebih rendah.
“Saya berharap alat ini bisa memberikan manfaat dan membantu masyarakat dalam mengelola sampah dengan lebih aman serta efisien,” kata Azid.
Bahkan Jelang Ramadhan Kepolisian Jawa Barat (Polda Jabar) sempat memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu dilakukan dengan cara dibakar menggunakan mesin insinerator di halaman belakang Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung pada hari Rabu (18/2/2026).
“Mesin insinerator oleh Polda Jabar itu didatangakan dari Subang, yakni mesin pembakar sampah atau insinerator karya kami,” ucapnya
Dari pantauan, tampak Azid bersama pekerja rumah produksi OSAMU INCINERATOR terlihat fokus sedang sibuk membuat mesin mesin pembakar sampah atau insinerator
Rumah produksi OSAMU INCINERATOR terlihat fokus Kang Azid sedang sibuk membuat plat dan merangkai mesin
Dikatakannya, pesanan bukan saja dari petani Kabupaten Subang namun banyak juga dari kabupaten tetangga.
“Alhamdulillah, kurang lebih ada 30 unitan tersebar di wilayah Subang, kantor DPRD Jabar, DLH Karawang, Kuningan, Serang Banten, Cisarua Bogor, Sumedang, Uninus Ponorogo, UPI dan lainnya,” pungkasnya (Red).

