Program Rutilahu, Polres Subang Bangun Lima Rumah Warga

Lingkarselatan.com, SUBANG Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono memimpin langsung kegiatan bedah rumah tidak layak huni (Rutilahu) milik Mak Ahmi yang berlokasi di Kampung Kananga 2 RT 005/002, Desa Pangsor, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (28/2/2026

Turut hadir dalam kegiatan itu pejabat utama para Polres Subang, Kapolsek Pagaden, Danramil Pagaden, Kepala Desa Pangsor, serta masyarakat setempat yang turut menyaksikan momen penuh haru tersebut.

Kapolres  AKBP Dony Eko Wicaksono menegaskan bahwa kehadiran Polri bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab moral dan sosial.

“Hari ini kami hadir bukan sekadar sebagai aparat penegak hukum, tetapi sebagai sesama manusia yang terpanggil oleh nurani. Semoga kegiatan rutilahu ini menjadi langkah kebaikan dan kebermanfaatan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ungkapnya.

Ia juga berharap kegiatan sosial semacam ini dapat terus berlanjut sehingga kehadiran Polri benar benar dirasakan oleh masyarakat, sekaligus memperkuat kedekatan emosional antara institusi kepolisian dan warga.

“Program Rutilahu ini menjadi bukti komitmen kami dalam mengedepankan pendekatan humanis, dan tentunya mempertegas bahwa Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam aksi nyata kemanusiaan,  ” pungkas AKBP Dony.

Sebelumnya, Polres Subang juga telah membangun tiga rutilahu di wilayah Pantura pada hari Jumat (27/2). Yakni, Rumah Ibu Wasti di Desa Kalentambo, Kecamatan Pusakanagara. Rumah Bapak Ayan dan Ibu Juleha di Desa Anggasari, Kecamatan Sukasari dan rumah Kurdi dan Ibu Kasem di Desa Ciasem Hilir, Kecamatan Ciasem.

Sementara itu, Kepala Desa Pangsor menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan pihak Polres Subang.

“Saya berharap pembangunan rumah ini dapat berjalan lancar serta membawa manfaat dan keberkahan bagi Ibu Ahmi dan keluarganya, ” ucapnya.

Dari pantauan, rangkaian kegiatan tersebut ditandai dengan pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan dengan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan hingga proses merobohkan rumah lama yang akan segera dibangun kembali menjadi hunian yang lebih layak dan aman. (Red/*)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *