Lingkarselatan.com, SUBANG-Warga Subang mengeluhkan kondisi tempat penampungan sementara (TPS) yang dinilai tidak terkelola dengan baik hingga menyebabkan tumpukan sampah semakin menggunung dan menimbulkan bau tak sedap.
Tumpukan sampah tersebut berada di ruas jalan utama yang menghubungkan wilayah Jalancagak- Kasomalang. Setiap harinya, volume sampah terus bertambah karena lokasi itu menjadi titik pembuangan akhir bagi sampah yang diangkut petugas desa.
Salah satu warga, Nana mengatakan kondisi ini sudah berlangsung cukup lama tanpa penanganan serius. Ia menyebut, persoalan tersebut bahkan telah terjadi selama kurang lebih dua tahun terakhir.
“Yang saya tau, hampir setiap hari sampahnya terus bertambah, baunya juga sangat mengganggu. Apalagi lokasinya berada di pinggir jalan. Setiap saya melintas ke wilayah TPS itu, pasti tercium roma bau menyengat, “kata pria yang berprofesi sebagi sopir angkutan umum ini saat ditemui, Senin (20/4)
Selain menimbulkan ketidaknyamanan, keberadaan tumpukan sampah tersebut juga memicu kekhawatiran akan dampak lingkungan. Lokasinya yang berada di dekat dengan jalan raya berpotensi mencemari udara, terutama saat tumpukan sampah itu dibakar.
“Kalau dibakar, selain polusi asap itu bisa menggangu kesehatan, sudah bisa dipastikan pencemaran udara terjadi. Ini tentu berbahaya bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.
Diketahui, jarak antara lokasi penumpukan sampah dengan jalan raya hanya sekitar 100 meter. Warga pun berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah maupun pihak terkait untuk segera mengatasi persoalan tersebut.
Sementara itu, salah seorang petugas TPS mengakui pengelolaan sampah di wilayahnya belum berjalan optimal. Ia menyebut keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan masalah tersebut.
Ia menambahkan, lokasi yang saat ini digunakan memang merupakan TPS. Namun, karena belum ada sistem retribusi sampah, pengelolaan menjadi terbatas dan belum maksimal.
“Kalau harus dibuang ke TPA Jalupang kami terkendala biaya, “ujar Candra (Red)

