Tinjau Bencana Pergerakan Tanah di Desa Cupunagara, Kang Rey  Minta BPBD Lakukan Kajian Teknis  Risiko Bencana di Kampun Ciwangun

Lingkarselatan.com, SUBANG– Bupati Subang Reynaldy alias Kang Rey menapakan kaki di kawasan pegunungan Bukanagara, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Rabu (3/6)

Di kawasan perbukitan wilayah perbatasan Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat (KBB), tepatanya di Kampung Ciwangun retakan tanah menjadi acaman nyata bagi puluhun keluarga yang bermukim di lereng perbukitan hingga memaksa puluhan keluarga meninggalkan rumah demi keselamatan jiwa.

Bencana pergeseran tanah yang terjadi pada 11 Mei 2026 ini mengakibatkan sedikitnya 25 rumah mengalami kerusakan akibat retakan dan berdampak kepada sekitar 240 jiwa warga yang tinggal di wilayah tersebut.

Kedatangan Kang Rey disambut antusias masyarakat Kampung Ciwangun. Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, Kang Rey berdialog langsung dengan warga untuk mendengarkan kondisi serta kebutuhan masyarakat pascabencana.

Pada kesempatan tersebut, diserahkan pula berbagai bantuan kepada warga terdampak, di antaranya bantuan sebesar Rp25 juta dari Baznas Kabupaten Subang, paket sembako dari Dinas Sosial dan BPBD Subang, serta bantuan pribadi dari Kang Rey sebesar Rp25 juta. Seluruh bantuan tersebut akan disalurkan kepada warga sesuai tingkat kerusakan rumah yang dialami.

Sebagai langkah penanganan jangka panjang, Pemerintah Daerah Kabupaten Subang melalui BPBD telah mengajukan permohonan kajian teknis kepada Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia guna menentukan solusi terbaik bagi keselamatan masyarakat.

“BPBD sudah melakukan kajian bahwa di sini sebetulnya masyarakat perlu direlokasi. Namun masyarakat di sini sudah tinggal bertahun-tahun bahkan turun-temurun, sehingga kami mencoba mencari alternatif solusi lain yang tetap mengutamakan keselamatan warga,” ujar Kang Rey.

Selain opsi relokasi, pemerintah juga tengah mengkaji kemungkinan penggunaan konstruksi bangunan yang lebih ringan seperti rumah kayu atau rumah panggung untuk mengurangi beban pada tanah yang labil.

“Saya minta BPBD melakukan kajian lebih lanjut. Jika secara ilmiah memungkinkan, dan rumah yang lebih ringan dapat mengurangi risiko, maka secara bertahap Pemerintah Daerah akan hadir membantu pembangunan rumah panggung bagi masyarakat di sini,” tegasnya.

Selain penanganan hunian warga, Kang Rey juga menyoroti kebutuhan perbaikan sejumlah fasilitas umum di wilayah tersebut. Untuk itu, ia mendorong kolaborasi berbagai pihak melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

“Kami akan mencoba menggandeng BUMN, BUMD, maupun pihak swasta untuk membantu pembangunan fasilitas umum. Mudah-mudahan dengan kolaborasi ini, kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi tanpa hanya mengandalkan APBD. Kami tidak ingin ada satu pun warga yang merasa diabaikan. Ini adalah ikhtiar dan perjuangan kami untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat, ” pungkas Rey (Red/*)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *