Lingkarselatan.com,SUBANG- Perkuat kemanunggalan TNI dengan masyarakat, Pusat Teritorial TNI Angkatan Udara (PUSTERAU) melaksanakan kegiatan Serbuan Teritorial di Lembur Cigarukgak Desa Sidajaya Subang, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan tersebut diatandai dengan sejumlah kegiatan, diantaranya bakti sosial, edukatif, dan kemasyarakatan.
Kapusterau (Kepala Pusat Teritorial TNI Angkatan Udara) Marsma TNI Tjahja Elang Migdiawan, S.T., M.M., menjelaskan serbuan teritorial merupakan bagian dari pembinaan teritorial TNI AU yang bertujuan membantu mengatasi kesulitan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air dan wawasan kebangsaan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan manfaat nyata, sekaligus memperkuat ketahanan wilayah dan menciptakan kondisi sosial yang kondusif sebagai bagian dari dukungan terhadap tugas pokok TNI AU dalam menjaga kedaulatan negara,” ujarnya.
Dalam rangkaian serbuan teritorial di Subang, PUSTERAU melaksanakan berbagai kegiatan, di antaranya Sertifikasi Paralayang (PL-1) di Bukit Santiong, Desa Cisaat, sosialisasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) dan ceramah wawasan kebangsaan, serta sosialisasi pengamanan data pribadi terhadap kejahatan siber di lingkungan Pemerintah Daerah Subang.
Selain itu, terdapat pula kegiatan Refreshing Paramotor serta Manajemen Perkemahan Sakadirgantara atau Aero Camp Management yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan profesionalisme dalam pengelolaan kegiatan kedirgantaraan.
Tidak hanya pada aspek edukasi, PUSTERAU juga menggelar berbagai kegiatan bakti sosial berupa pengobatan umum gratis, pembagian kacamata baca, pembagian sembako, pemberian alat bantu jalan seperti kursi roda dan kruk, serta penanaman pohon produksi.
Terkait kegiatan penanaman pohon, Kapusterau menjelaskan bahwa jenis pohon yang dipilih adalah pohon produksi, seperti mangga dan rambutan. Pemilihan tersebut didasarkan pada beberapa pertimbangan.
*Pohon produksi memiliki manfaat ekonomi karena hasil buahnya dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Selain itu, pohon ini juga memiliki manfaat ekologis karena tajuk daunnya rimbun sehingga mampu menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, dan menyaring polutan udara,” jelasnya.
Selain manfaat ekonomi dan lingkungan, mangga dan rambutan juga dinilai memiliki tingkat adaptasi yang tinggi terhadap iklim tropis serta mudah dirawat oleh masyarakat desa. Keberadaan pohon buah yang tertata rapi juga diharapkan dapat meningkatkan keindahan visual desa dan berpotensi mendukung pengembangan desa wisata di masa depan.
Sementara itu, tokoh masyarakat Subang, Bos Urip, mengapresiasi kegiatan serbuan teritorial yang dilaksanakan PUSTERAU. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kegiatan ini sangat positif karena menyentuh langsung kebutuhan warga, mulai dari kesehatan, bantuan sosial, hingga pemberdayaan lingkungan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” katanya (Red/*)

