Lingkarselatan.com, SUBANG-As-Syifa Boarding School terus memperluas jejaring internasional melalui kolaborasi bersama Australia International College of Business & Technology (AICBT) yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis As-Syifa dalam memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan, setelah sebelumnya As-Syifa juga melakukan kunjungan sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama empat kampus ternama di Turki.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh perwakilan AICBT, di antaranya Kurniawan selaku Country Director, Rezaiva Humaira sebagai Digital Brand Manager, Nabila Hasna selaku Trainer Assistant, serta Vienna R sebagai Student Marketing Officer.
Turut hadir Direktur As-Syifa Boarding School, Abdurahim Casim, M.Pd., beserta jajaran staf pendidikan dari berbagai jenjang, mulai dari SMPIT, SMAIT, MA, MTs, hingga SMK-IT.
Dalam sambutannya, Abdurahim Casim menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim AICBT ke As-Syifa Boarding School sebagai langkah awal membangun kerja sama internasional di bidang pendidikan.
Ia menjelaskan bahwa As-Syifa saat ini tengah aktif membangun jejaring internasional guna membuka wawasan global bagi para siswa. Salah satu program yang direncanakan dalam waktu dekat adalah kunjungan pendidikan ke Australia.
“Karena As-Syifa juga sedang terus membangun jejaring internasional, mungkin yang paling dekat yang bisa direalisasikan adalah kunjungan ke Australia. Rencananya akan segera diselenggarakan pada bulan September 2026,” ungkapnya.
Menurutnya, diskusi bersama AICBT tidak hanya berfokus pada program kunjungan internasional atau pendidikan formal semata, tetapi juga membuka peluang kerja sama di berbagai bidang lainnya.
“Diskusi hari ini tidak hanya membahas kunjungan internasional ataupun yang berkaitan dengan pendidikan saja, tapi semoga kita juga bisa membahas program-program lainnya, seperti bisnis, program bahasa, dan sebagainya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Abdurahim menegaskan bahwa As-Syifa memiliki visi untuk menyiapkan siswa menjadi generasi yang mampu bersaing di tingkat global.
“Kita tidak hanya menyiapkan murid murid kita untuk menjadi warga Indonesia yang baik, tapi juga menyiapkan murid-murid yang menjadi warga dunia yang baik. Jadi langkah pertamanya adalah murid As-Syifa harus berkunjung ke negara-negara di dunia,” jelasnya.
Sementara itu, Kurniawan selaku Country Director AICBT menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan pihak As-Syifa Boarding School. Ia menjelaskan bahwa AICBT mulai hadir di Indonesia sejak masa pandemi Covid-19 dan pertama kali membuka pasar pendidikan di Makassar.
“Terima kasih sambutannya yang sangat luar biasa. Saya selaku Country Director di Indonesia. AICBT ini sebenarnya pertama kali dibawa ke Indonesia itu pada saat Covid. Pertama kali kita buka pasar di Makassar,” katanya.
Kurniawan juga memaparkan salah satu program unggulan AICBT yang memungkinkan siswa mengikuti kelas internasional sejak duduk di bangku sekolah menengah.
“Misalkan kelas 11 di As-Syifa sudah ikut kelas AICBT, selama satu tahun akan dibimbing dan kemudian akan mendapat gelar diploma. Setelah lulus kelas 12, anak-anak bisa langsung memilih kampus di Australia dan melanjutkan kuliahnya, jadi tidak perlu mulai dari semester 1 lagi,” jelasnya.
Menurutnya, program tersebut menjadi bentuk percepatan pendidikan agar siswa dapat lebih cepat berkembang dalam jenjang akademik maupun dunia kerja.
“Ini adalah percepatan, dimana anak-anak As-Syifa bisa lebih cepat produktif baik dari jenjang perkuliahan maupun pekerjaan,” tambahnya.
Selain itu, AICBT juga menyatakan kesiapan untuk mendukung program studi tour maupun kunjungan pendidikan internasional bagi siswa As-Syifa, khususnya ke sejumlah universitas ternama di Brisbane, Australia, seperti The University of Queensland dan Griffith University.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan hubungan antara As-Syifa Boarding School dan Australia International College of Business & Technology (AICBT) dapat membuka lebih banyak peluang pendidikan internasional serta memperluas wawasan global bagi para siswa di masa mendatang. (Red/*)

