Lingkarselatan.com, SUBANG-Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur menghadiri Pelatihan Guru Matematika dengan metode Gampang, Asyik, dan Menyenangkan (GASING) yang bertempat di Aula SMKN 2 Subang, Selasa (15/09)
Pelatihan Guru Matematika dengan metode GASING tersebut dilaksanakan bagi guru matematika jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK di Subang serta dihadiri secara langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Bertemakan “Generasi Unggul untuk Jabar Istimewa”, kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Telkomsel dan Gasing Academy dalam rangka meningkatkan kemampuan numerasi di Provinsi Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan bahwa pembelajaran matematika perlu dikemas dengan pendekatan yang lebih menarik agar tidak menimbulkan kesan menakutkan bagi para siswa.
“Sejak saya SD, guru matematika itu kesannya galak, dengar mata pelajarannya saja anak-anak sudah malas belajar, “terang Dedi.
Dedi menegaskan bahwa diperlukan perubahan dalam sistem pembelajaran matematika, salah satunya dengan membekali para guru matematika dengan pola yang lebih efektif dan menyenangkan.
“Kita akui sistem yang ada sekarang harus dikoreksi. Hari ini saya mencoba ingin mengubah anak-anak Jawa Barat, dimulai dari guru-gurunya dulu. Guru guru di Jawa Barat mengubah pola pendidikan matematikanya.”ujarnya
Dedi berharap perubahan pola pembelajaran tersebut dapat melahirkan generasi Jawa Barat yang unggul. “Saya ingin anak anak Jawa Barat, guru matematikanya dan muridnya hebat-hebat,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Subang, Agus Masykur menyampaikan bahwa metode GASING diharapkan dapat mengubah pandangan siswa terhadap matematika sehingga mata pelajaran tersebut tidak lagi dianggap sebagai pelajaran yang menakutkan.
“Selama ini matematika menjadi momok bagi sebagian anak-anak. Mudah-mudahan dengan metodologi yang mengasyikkan, matematika bukan menjadi pelajaran yang ditakuti, tetapi disenangi, ” katanya.
Ia menyampaikan bahwa kemampuan matematika merupakan modal yang sangat penting bagi generasi muda dalam menata masa depannya.
“Masa depan anak kita nanti, apa pun profesinya, matematika menjadi modal untuk bisa menata masa depan yang lebih baik lagi, ” ujarnya.
Turut hadir Sekretaris Disdikbud beserta jajaran, Kepala SMKN 2 Subang, serta para guru matematika se-Subang. (Red/*)

