Lingkarselatan.com, SUBANG- Permasalahan distribusi air bersih dari Perusahaan Umum Daerah Tirta Rangga Subang (Perumda TRS) cabang Jalancagak, Kabupaten Subang, kembali dikeluhkan warga. Sejumlah wilayah seperti RT 10, RT 11, hingga RT 13 dilaporkan mengalami aliran air kecil sejak lama, bahkan terjadi secara berulang hingga saat ini.
Perwakilan desa menyampaikan bahwa keluhan tersebut bukan persoalan baru. Warga telah lama mengeluhkan debit air yang kecil, terutama di beberapa titik yang cukup padat penduduk.
“Masalah ini sebenarnya sudah lama. Air kecil terutama di RT 13, juga di RT 11 dan RT 10. Itu sudah dibuktikan juga oleh pihak kecamatan,” ujarnya pada Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, salah satu penyebab yang berkembang di lapangan adalah adanya pembagian distribusi air antara siang dan malam akibat meningkatnya jumlah pelanggan. Selain itu, diduga juga adanya keterbatasan sarana seperti alat pendorong (booster) yang berdampak pada tekanan air ke pelanggan.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Teknik Perumda TRS Subang, Nana Ruhana, S.T., mengakui adanya penurunan pelayanan air sejak Februari hingga saat ini.
Menurutnya, penurunan tersebut disebabkan berkurangnya debit air produksi dari sumber mata air Cipondok sekitar 5 liter per detik.
“Penurunan debit ini berdampak pada kontinuitas pelayanan. Yang sebelumnya bisa mengalir sekitar 10 jam, sekarang di beberapa wilayah menjadi di bawah itu,” jelasnya.
Nana menjelaskan, berkurangnya debit air kemungkinan besar disebabkan oleh dampak longsor yang mengakibatkan adanya sumbatan pada jaringan pipa.
Material seperti tanah dan batu diduga masuk ke dalam pipa sehingga menghambat aliran air.
“Kemungkinan besar akibat longsor. Ada sumbatan di jaringan pipa, dan saat ini kami sedang mencari titik sumbatan tersebut,” ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Perumda Subang telah menyiapkan sejumlah langkah jangka pendek dan jangka panjang.
Dalam jangka pendek, Perumda Subang akan melakukan normalisasi jaringan untuk mengembalikan debit air yang berkurang, serta memasang pompa dari reservoir Kasomalang guna meningkatkan stabilitas distribusi air ke wilayah Jalancagak.
“Dengan pemasangan pompa, pelayanan akan lebih stabil. Walaupun debit belum maksimal, kontinuitas bisa lebih baik,” kata Nana.
Sementara itu, solusi jangka panjang yang disiapkan adalah pemanfaatan sumber mata air alternatif, yakni mata air Cikanyere di wilayah Curugrendeng.
“Sekitar 10 persen dari potensi mata air Cikanyere bisa dimanfaatkan, dan ini menjadi solusi untuk pelayanan jangka panjang, khususnya di wilayah Ciseti dan sekitarnya,” jelasnya.
Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang terjadi serta meminta warga untuk tetap bersabar.
“Kami memahami kebutuhan air sangat penting. Kami terus berupaya memaksimalkan pelayanan,” ujar Nana.
Masyarakat yang mengalami keluhan juga diminta untuk menyampaikan laporan melalui kantor cabang Perumda Jalancagak agar dapat segera ditindaklanjuti.
Sementara itu, Direktur Umum Perusahaan Umum Daerah Tirta Rangga Subang (Perumda TRS)
PDAM Subang Lukman N.H., mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara PDAM dan Pemerintah Desa Jalancagak dalam menangani permasalahan ini.
Ia berharap komunikasi yang baik antara masyarakat, pemerintah desa, dan PDAM dapat terus ditingkatkan agar solusi yang diambil lebih cepat dan tepat sasaran.(*)

