Bapperida Subang Gelar Penilaian Tahap II SIF 2026, 40 Inovator Berebut Tiket Visitasi


Lingkarselatan.com  SUBANG – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Subang melalui Bidang Riset dan Inovasi mulai melaksanakan penilaian tahap kedua Subang Innovation Festival (SIF) Tahun 2026. 

Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 1 hingga 4 September 2026, bertempat di Aula Bapperida Kabupaten Subang.

Kepala Bapperida Kabupaten Subang, Iwan Syahrul Anwar, mengatakan, pelaksanaan tahap kedua SIF 2026 menjadi salah satu rangkaian penting dalam proses penjaringan dan penilaian inovasi yang telah dihasilkan para inovator dari berbagai kalangan.

“Pada tahap kedua ini, SIF terbagi menjadi empat kategori dengan masing-masing kategori terdapat 10 peserta. Hari pertama untuk kategori SMP, hari kedua SMA, hari ketiga mahasiswa, dan hari keempat untuk unit kerja,” ungkapnya pada Selasa (1/9/2026).

Ia menjelaskan, setiap peserta yang lolos pada tahap pertama akan mempresentasikan inovasinya di hadapan dewan juri independen. Presentasi tersebut menjadi kesempatan bagi para inovator untuk menjelaskan gagasan, proses pengembangan, hingga manfaat dari inovasi yang mereka hasilkan.

“Setiap inovator akan mempresentasikan inovasinya di hadapan dewan juri independen. Alhamdulillah, dewan juri independen kali ini bekerja sama dengan BRIN, sehingga kita mencoba menjaga proses penilaian agar lebih akuntabel dan tidak subjektif,” jelasnya.

Menurutnya, dari 10 peserta pada masing-masing kategori tersebut nantinya akan dipilih lima peserta berdasarkan rekomendasi dewan juri. Peserta yang berhasil lolos kemudian akan melanjutkan ke tahapan terakhir, yakni tahap ketiga berupa visitasi.

“Dari setiap kategori yang lolos tahap pertama ada 10 peserta. Nantinya berdasarkan rekomendasi dewan juri akan diambil lima peserta di masing-masing kategori untuk melanjutkan ke tahap berikutnya,” katanya.

Iwan menegaskan, tahapan visitasi menjadi salah satu bagian paling penting dalam rangkaian SIF 2026. Melalui visitasi, dewan juri dapat melihat secara langsung implementasi inovasi yang telah dikembangkan oleh para inovator.

“Visitasi ini menjadi bagian yang paling penting karena untuk meyakinkan dewan juri bahwa inovasi yang dilahirkan oleh inovator ini benar-benar menjadi wujud nyata dan memberikan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitarnya, serta dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Penyelenggaraan Ketiga Oleh Bapperida Kabupaten Subang

Lebih lanjut, Iwan berharap pelaksanaan SIF 2026 yang merupakan penyelenggaraan ketiga oleh Bapperida Kabupaten Subang dapat semakin memperkuat ekosistem inovasi di daerah. Menurutnya, inovasi harus terus ditumbuhkan dari berbagai kalangan agar mampu menjawab tantangan pembangunan dan pelayanan publik di masa mendatang.

“Harapannya, SIF tahun ini yang merupakan SIF ketiga dari Bapperida, mudah-mudahan ikhtiar dalam membangun ekosistem inovasi bisa terwujud,” tuturnya.

Maka keterlibatan inovator dari berbagai jenjang, mulai dari siswa SMP, SMA, mahasiswa hingga unit kerja, dapat menjadi fondasi bagi tumbuhnya budaya inovasi di Kabupaten Subang. Ekosistem tersebut dinilai penting untuk menghadapi berbagai tantangan pelayanan pemerintahan dan kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang.

“Dari entitas anak-anak sekolah kategori SMP, SMA, mahasiswa, dan unit kerja, mudah-mudahan ekosistem ini dapat tumbuh dan menjadi aspek penting dalam menghadapi tantangan layanan publik pemerintahan di masyarakat yang akan datang,” pungkasnya.(*)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *